Kelebihan dan Kekurangan PNS Yang Perlu Anda Tahu

Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah sebuah pekerjaan yang diidam-idamkan banyak orang.

Meskipun sudah lintas generasi dari zaman orde lama hingga era reformasi, keinginan rakyat Indonesia untuk menjadi PNS tidak pernah surut.

Setiap kali ada penerimaan CPNS, jumlah pendaftar selalu membludak.

Pada saat penerimaan CPNS tahun 2018, tersedia tercatat 4 juta lebih pendaftar yang memperebutkan 238.015 formasi yang tersebar di berbagai Kementrian, Lembaga, dan Pemerintah daerah.

Banyak yang mengira bahwa menjadi PNS adalah sebuah tujuan hidup. Pekerjaan yang katanya (relatif) sangat santai, tanpa beban, tanpa target khusus, benarkah demikian?

Bila anda memang berpikir seperti itu, ada baiknya anda mulai berpikir ulang untuk menjadi PNS.

Di era digital ini, PNS dituntut serba bisa dan bekerja lebih cepat bahkan melebihi jam kerja normal yang ditetapkan.

Tidak heran, di beberapa instansi, lampu kantor dan parkiran masih penuh hingga malam hari demi mengejar deadline tugas yang harus diselesaikan.

Di kantor saya sendiri, begadang dan lembur adalah 2 hal yang biasa dalam menyelesaikan pekerjaan. Kami dituntut untuk selalu tepat waktu di tengah keterbatasan personil dan anggaran.

Keuntungan menjadi PNS

Oke, mari kita bicara yang baik-baik dulu ya. Apa saja sebenarnya keuntungan menjadi seroang PNS?

1. Kemungkinan pemutusan hubungan kerja (PHK) sangat kecil

PHK adalah hal yang sangat menjadi momok bagi para karyawan. Putusnya hubungan kerja antara perusahaan atau pemberi kerja merupakan hal yang paling ditakutkan.

Bila anda bekerja di sektor swasta, anda harus siap dengan konsekuensi ini, meskipun anda adalah karyawan tetap sekalipun.

Lain hal bila anda adalah seorang PNS. Kemungkinan PHK sangatlah kecil, bahkan bisa dibilang tidak ada.

Baru-baru ini, beberapa kementrian menawarkan pensiun dini kepada pegawainya yang sudah memenuhi syarat. Itu pun ditawari, bukan diwajibkan.

Saya belum pernah mendengar negara melakukan pemutusan hubungan kerja secara sepihak karena alasan keuangan atau apapun itu. Maka jangan heran, anda terkadang menemukan PNS tua yang tidak terlalu memahami pekerjaan tetapi tetap mendapatkan penghasilan.

2. Penghasilan yang tidak kalah dari swasta

Banyak orang yang meremehkan pendapatan pendapatan seorang PNS. Seringkali orang menganggap PNS adalah pekerjaan dengan gaji pas-pasan.

Saya harus katakan dengan jujur, penghasilan PNS saat ini tidaklah kalah dengan sektor swasta. Adanya tunjangan kinerja atau remunerasi membuat pendapatan PNS saat ini menjadi jauh lebih baik.

Di beberapa kementerian, penghasilan PNS golongan III/a bisa bersaing bahkan dengan BUMN terkenal sekalipun. Hal ini dikarenakan Kementrian dan Lembaga memiliki remunerasi yang nilainya bahkan berkali-kali lipat dari gaji pokok.

Jadi, anda jangan heran bila seorang PNS muda sudah bisa memiliki mobil atau mencicil rumah. Hal ini dikarenakan gengsi memang penghasilan sudah tergolong cukup.

3. Kesempatan lanjut sekolah yang tinggi

Keistimewaan lain dari menjadi PNS adalah kesempatan untuk melanjutkan pendidikan sangatlah tinggi. Ada banyak sekali beasiswa yang dikhususkan untuk PNS, baik dalam maupun luar negeri.

Negara sangatlah peduli dengan pengembangan sumber daya manusia, termasuk PNS. Anda tidak perlu khawatir, ada ragam beasiswa yang bisa anda dapatkan, baik itu tingkat S1, S2 ataupun S3.

Anda bisa dengan leluasa mencari beasiswa dimanapun yang anda inginkan, dari sponsor manapun. Sepemahaman saya, pimpinan sangatlah mendukung PNS yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

4. Bisa pindah tugas ke seluruh wilayah Indonesia

Secara aturan, PNS dimungkinkan untuk pindah di seluruh wilayah tugas Indonesia sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan formasi. Jadi, anda tidak perlu khawatir terkait perkara mutasi nantinya.

Anda bisa saja mengajukan pindah ke wilayah tugas atau instansi lain. Tetapi, keputusan untuk menyetujui atau tidak tetaplah ada pada pimpinan anda.

Jadi, anda tidak bisa menuntut agar permohononan pindah anda segera disetujui secara instan.

Pimpinan tidaklah salah bila menolak permohonan anda. Ada banyak sekali pertimbangan dalam menyetujui permohonan pindah PNS.

Terlebih, bila anda adalah seorang lulusan sekolah kedinasan atau memiliki ikatan dinas dengan instansi anda. Hal ini tentunya memiliki dampak yang berbeda.

Di beberapa kementrian dan lembaga, pola mutasi secara teratur di seluruh wilayah Indonesia sudah mulai diterapkan. Hal ini merupakan bentuk dari pola karir dan pemetaan pegawai agar merata sesuai dengan kebutuhan dan kondisi organisasi.

Hal ini sangatlah berbeda dengan swasta yang mungkin saja mengharuskan anda untuk berhenti bekerja bila ingin pindah tempat tugas.

5. Jaminan pensiun

Satu hal lagi yang tidak kalah penting dari menjadi PNS adalah adanya jaminan pensiun yang tersistem dengan sangat baik.

Semua PNS wajib membayar iuran taspen setiap bulannya yang langsung dipotong dari gaji pokok. Iuran ini nantinya akan diterima saat anda sudah pensiun, bisa jadi dalam bentuk uang bulanan, atau bentuk lumpsum (sekali bayar).

6. Banyak fasilitas pendukung

Bekerja sebagai PNS tidak hanya sekadar mendapatkan gaji dan tunjangan kinerja.

Ada banyak fasilitas lain untuk PNS yang diberikan dalam menunjang kelancaran pekerjaan. Sebut saja kendaraan dinas, laptop, komputer, bahkan rumah dinas.

Fasilitas ini bisa dikatakan sebagai bentuk pendapatan tambahan yang jarang sekali dikalkulasi oleh banyak orang.

Keuntungan menjadi PNS

Kerugian menjadi PNS

Baik, sudah bicara yang baik-baik. Kita bicara sisi lain PNS yang menurut saya menjadi kekurangan.

1. Siap ditempatkan di seluruh Indonesia

Sebenarnya, PNS tidak harus selalu siap ditempatkan di seluruh Indonesia. Ada beberapa perbedaan antara PNS pusat dan PNS daerah yang perlu anda pahami.

PNS daerah hanya bertugas di tingkat kabupaten atau provinsi, sehingga ia hanya bisa ditempatkan dalam lingkungan wilayah kerjanya.

Jadi, kata-kata PNS harus siap ditempatkan di seluruh Indonesia sebenarnya hanya untuk PNS pusat saja. Bila anda berstatus PNS daerah seperti guru, dokter, dll, pemerintah tidak bisa memindahkan anda seenaknya begitu saja.

Hal ini dikarenakan kebijakan ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia hanya berlaku untuk PNS pusat saja.

Jadi, saat anda mendaftar CPNS, anda pastikan dulu instansi yang anda inginkan. Apakah instansi pusat, atau instansi daerah. Hal ini sangat berpengaruh nantinya bagi kehidupan anda.

2. Karir yang cenderung lambat

Pola karir dan jabatan PNS sudah dipetakan dari jaman dulu. Untuk mencapai suatu posisi, haruslah mencapai pangkat dan golongan tertentu, dan tentunya ini akan membutuhkan masa kerja yang cukup lama.

Hal ini sangat berbeda dengan swasta atau perusahaan multinasional yang memiliki jenjang karir yang lebih fleksibel. Di usia yang sangat muda, anda bisa mencapai posisi penting bila memang memiliki kompetensi yang mumpuni.

Hal ini bertolak belakang dengan PNS yang masih mempertimbangkan banyak syarat dalam kenaikan pangkat dan jabatan.

3. Terikat dengan aturan

Dari kecil, kita sudah hidup dengan segudang aturan. Mulai dari SD, SMP, hingga akhirnya menjadi PNS.

Memilih menjadi PNS berarti anda harus menaati peraturan meskipun terkadang anda tidak menyetujuinya.

Contoh saja, aturan mengenakan seragam PNS di waktu kerja. Bagi anda yang tidak menyukai aturan seperti ini, maka tentu anda akan merasa tidak nyaman.

Atau mungkin saja, aturan bekerja dari pukul 07.30 hingga 16.00. Suka tidak suka, anda harus mengikuti aturan jam kerja ini setiap hari hingga anda pensiun.

Ada banyak aturan baik secara sadar atau tidak yang harus anda patuhi.

Belum lagi banyaknya aturan dan tahapan birokrasi membuat proses bisnis sebuah lembaga menjadi semakin rumit. Suka atau tidak, anda harus melakukannya sesuai dengan prosedur tersebut.

Anda siap menjadi orang yang terikat dengan hukum dan aturan?

4. Kadang, mengerjakan sesuatu yang berbeda dari dasar ilmu

Seorang rekan saya pernah bercanda, pekerjaan PNS itu 25 persen sesuai dengan bidang ilmu dan tupoksi di dalam kantor. 75 persen sisanya adalah hal lain yang tidak pernah diajarkan di bangku perkuliahan.

Sebut saja seperti mengurusi kamar hotel, menyediakan makanan untuk rapat, mengurusi pengadaan barang dan jasa, mengurusi administrasi dll.

Banyak orang yang merasa kaget saat bekerja karena tidak sesuai dengan ilmu yang mereka pelajari saat perkuliahan dulu.

5. Godaan korupsi, kolusi, dan nepotisme tinggi

Ini hal yang menurus saya cepat atau lambat akan anda hadapi.

Peluang KKN seorang PNS itu sangatlah tinggi. Tidak heran, perkara korupsi di Indonesia hampir selalu melibatkan PNS di dalamnya.

Tidak usah yang berskala besar seperti pengadaan, dalam skala kecil saja seperti markup uang penginapan, markup biaya transportasi, permintaan fee kepada rekanan (meskipun dalam jumlah kecil) dan banyak hal lain akan anda jumpai.

Saya tidak mengatakan hal ini terjadi kepada semua PNS lho ya! Ini hanya contoh-contoh kasus yang mungkin akan anda hadapi nanti.

Cepat atau lambat, anda akan menghadapi hal-hal seperti ini. Secara sadar ataupun tidak.

Pertanyaannya, sanggupkah anda menghadapi godaan ini?

Kerugian-menjadi-PNS

Yakin ingin menjadi PNS?

Setelah pertimbangan di atas, apakah anda tetap tertarik menjadi PNS?

Saya yakin jawabannya tetap tertarik hahaha!

Tapi ingat, setiap pilihan ada konsekuensinya. Sebagai orang yang sudah dewasa, maka anda harus bertanggung jawab atas pilihan yang anda ambil nantinya.

Jangan menyesali keputusan anda menjadi PNS. Jangan menyesal bila anda ditempatkan di wilayah yang sama sekali tidak pernah anda bayangkan sebelumnya. Jangan mengeluh bila anda ternyata mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang tidak anda inginkan.

Banyak orang yang ingin resign dari PNS setelah mengetahui realita yang harus mereka hadapi. Semoga anda tidak menjadi golongan orang-orang ini ya.

Penutup

Pemerintah terus berupaya untuk menyiapkan PNS terbaik sebagai pengelola negeri ini. Saya percaya, hal-hal yang kurang baik yang saya sebutkan di atas perlahan akan berubah.

Kelak, PNS akan benar-benar profesional, bersih, dan lebih dinamis dalam melayani masyarakat.

Saya pribadi percaya akan hal tersebut. Anda?