Agar Penempatan CPNS Jadi Lebih Bermanfaat

Penempatan adalah salah satu hal yang menarik untuk dibahas setelah berakhirnya penerimaan CPNS. Beberapa minggu terakhir ini, tema penempatan ini kerap terdengar di telinga saya. Entah dari kawan-kawan saya yang baru saja lulus seleksi CPNS, atau dari rekan kerja yang sudah mulai resah dengan kondisi penempatan yang mereka jalani.

Setelah 4 tahun bekerja, saya memahami bahwa kata-kata siap ditempatkan di mana saja di seluruh wilayah Indonesia memiliki konsekuensi yang sangat berat. Penempatan ini bisa merubah alur hidup seseorang ke jalur yang tidak pernah ia duga.  Yang dulunya semangat dan berapi-api, bisa menjadi lesu dan seolah tidak berdaya. Yang sebelumnya diam-diam tanpa banyak bicara, sekarang menjadi berprestasi di tempat kerja.

 

Apa itu penempatan CPNS ?

Sebelum terlalu jauh, saya bahas dahulu penempatan disini maksudnya apa. Penempatan CPNS merupakan tahapan setelah penerimaan dimana mereka yang lulus akan ditempatkan di unit kerja yang telah dipiih sebelumnya.

Mungkin ada yang sedikit bingung dengan penempatan ini. Bukankah kita sudah tahu akan bekerja apa dan dimana setelah lulus ? Bukankah seharusnya tempat tugas itu sudah dipilih dulu saat proses pendaftaran ?

Iya, memang demikian. Kita berhak memilih tempat dan wilayah tugas yang diinginkan saat proses pendaftaran. Tapi jangan lupa, masing-masing instansi atau pemerintah memiliki kebijakan tersendiri terkait dengan prosedur ini.

Untuk pemerintah daerah, tentunya akan bekerja langsung di daerah tersebut di instansi yang sudah ditunjuk. Misalkan, ketika memilih Dinas Pekerjaan Umum Kota A, maka ketika lulus, kita akan ditempatkan di dinas tersebut tanpa bisa diganggu gugat. Meskipun, terkadang kebijakan ini tidak diterapkan di semua instansi apalagi satker yang memiliki anak satker yang besar.

Sebut saja Dinas Pendidikan, yang membawahi pendidikan dari SD hingga SMP Bisa jadi, kita hanya bisa memilih untuk mendaftar di Dinas Pendidikan sebagai guru mata pelajaran matematika SMP dan belum tahu akan ditempatkan di mana. Setelah lulus, Dinas pendidikan akan memetakan formasi dan menentukan alokasi penempatan anda sesuai dengan kebutuhan yang ada. Tentu anda tidak bisa menolak, karena memang begitulah kebijakan dari awal yang sudah anda setujui sendiri.

Sedangkan untuk pemerintah pusat, pola yang biasanya diterapkan adalah siap ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia. Ada banyak kementerian dan lembaga yang mensyaratkan hal ini dari awal. Sebelum mendaftar, anda baca dan resapi ini dulu baik-baik. Besar peluangnya anda akan terdampar di wilayah yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Sebagai contoh, salah seorang teman saya yang lulus di sebuah Lembaga non Kementerian yang memiliki perwakilan di setiap Kab/Kota. Kebetulan lembaga tersebut hanya memberi kelonggaran untuk memilih sampai tingkat provinsi dan satker provinsilah yang mengalokasikan kepada satker di wilayahnya sehingga ia bisa sedikit bernafas lega. Paling tidak, ia tahu akan bekerja di wilayah yang tidak terlalu jauh dari tempat yang ia inginkan.

Tapi banyak juga yang instansi yang tidak memberikan pilihan kepada pendaftar untuk memilih lokasi tugas. Mau tidak mau, harus siap bekerja dimana saja di seluruh wilayah Indonesia.

Tidak jarang, seseorang dibuang ditempatkan di wilayah yang jauh sekali dari wilayah asal. Ada yang baru mendengar nama kabupaten tersebut saat SK CPNS keluar. Begitulah resiko menjadi CPNS terutama yang mendaftar di pemerintah pusat. Bersiaplah atas segala kemungkinan, termasuk kemungkinan untuk bekerja di wilayah yang sama sekali belum pernah diketahui sebelumnya.

formasi-penempatan-cpns

Sampai berapa lama seorang CPNS akan ditempatkan di wilayah yang sama ?

Untuk CPNS 2018, berdasarkan Permenpan No. 36 tahun 2018 menyatakan bahwa peserta yang lulus harus membuat surat pernyataan siap ditempatkan minimal selama 10 tahun di instansi yang sama. Jadi, bersiaplah untuk bekerja di tempat yang sama selama 10 tahun apapun kondisinya. Hal ini sudah disampaikan di saat pendaftaran agar tidak ada yang mengeluh setelah formasi penempatan keluar.

Kenapa harus dibuat seperti ini ?

Ada beberapa alasan kenapa Menpan membuat aturan ini. Salah satunya dikarenakan banyaknya CPNS di tahun-tahun sebelumnya yang mundur saat karena tahu akan ditempatkan di daerah terpencil dan terpelosok. Konon katanya, dulu-dulu formasi penempatan diberi tahu lebih dahulu setelah kelulusan sehingga peserta yang lulus masih memiliki waktu untuk memutuskan apakah akan lanjut menjadi CPNS atau tidak.

Dengan adanya peserta yang mundur, tentu ini merupakan sebuah kerugian yang besar bagi pemerintah. Mendapatkan seorang pegawai bukanlah hal yang mudah. Ada proses panjang yang harus dilalui hingga pengadaan CPNS bisa terlaksana. Ada banyak biaya dan tenaga yang terpakai untuk memubuat proses ini bisa berjalan dan menghasilkan output yang maksimal. Kehilangan 1 orang calon pegawai saja merupakan sebuah kerugian yang besar.

Saya pun mendengar banyak juga CPNS yang baru beberapa bulan bekerja sudah mengeluh dengan kondisi penempatan yang tidak sesuai dengan harapan. Akibatnya, pengajuan mutasi pun meledak tak lama setelah pegawai baru ini berdatangan. Alasannya pun beragam, ada yang ingin menjaga orang tua, ada yang ingin dekat dengan pasangan, ada yang sakit, ada yang benar-benar tidak betah, dll.

Hal ini membuat para pimpinan menjadi gerah. Baru saja bekerja sudah meminta pindah. Pemerintah tentu akan kehilangan pegawai terbaiknya bila hal ini terus dibiarkan. Untuk mengantisipasi hal ini, maka dibuatlah peraturan tidak boleh mengajukan pindah selama 10 tahun pertama bekerja. Tujuannya, agar mereka yang bekerja ini nantinya benar-benar siap ditempatkan dengan segala konsekuensi.

Aturan ini tentunya bertujuan untuk membuat pelayanan publik pemerintah tetap berjalan sebagaimana mestinya. Jangan sampai ada lagi berita tentang sekolah yang kekurangan guru atau tenaga pengajar. Jangan ada lagi puskesmas yang kekurangan tenaga medis. Rekrutmen CPNS dengan pola ini bertujuan untuk memastikan hal ini tidak terjadi lagi.

 

Benarkah tidak ada kemungkinan untuk pindah selama 10 tahun ?

Saya tentu tidak bisa menjawab hal ini karena peraturan ini baru saja diterapkan untuk lulusan baru. Berbicara kemungkinan, tentu saja ada. Dan perlu diingat, semua bisa saja terjadi di dunia birokrasi.

Bila anda merasa berat hati untuk bekerja di daerah penempatan, anda memiliki hak untuk mengajukan pindah. Tapi jangan lupa, pimpinan anda juga berhak untuk menolak permohonan anda bahkan tanpa memberikan alasan apapun. Terlebih bila ada dasar hukum dan pernyataan tertulis yang memang menyatakan bahwa anda “ikhlas” ditempatkan sesuai kebutuhan organisasi.

Saran saya, sebelum mendaftar, hari-hatilah dalam memilih instansi dan lokasi penempatan. Pertimbangkan baik-buruknya sedetail mungkin. Jangan sampai menyesal setelah lulus karena ditempatkan di lokasi yang tidak diinginkan.

Saya sendiri melihat dan mengalami, menjalani penempatan di daerah yang jauh dan terpencil tidaklah semudah membaca kata-kata motivasi. Ada banyak hal yang membuat kita tidak bersemangat untuk menjalani hidup di wilayah penempatan.

Mengeluh adalah hal yang wajar. Tapi bila mengeluh sepanjang waktu, ini akan memengaruhi kinerja di kantor. Tidak jarang ada juga yang sampai sakit dan stress. Pandai-pandailah dalam mengatur dan membawa diri. Jangan terus-terusan berada dalam kondisi tertekan. Ingat, kalau bukan anda yang mengurus diri anda, lalu siapa lagi ?

 

Membuat penempatan CPNS menjadi lebih bermanfaat

Bagi sebagian orang, penempatan CPNS di daerah yang kurang diharapkan adalah hal yang berat. Jauh dari keluarga, jauh dari hingar bingar dunia, dan jauh dari cinta adalah resiko yang harus dihadapi. Akibatnya, banyak pegawai yang mulai mengeluh entah secara lisan ataupun di media sosial tentang kondisi yang harus mereka hadapi.

Terkadang, saya pun merasakan hal demikian. I know that feeling really well, bro !

Tapi dibalik itu semua, ada hal positif yang bisa kita dapatkan selama penempatan ini. Penempatan bisa mendatangkan banyak hal baik yang tidak mungkin di dapat bila ditempatkan di daerah yang diinginkan atau bekerja di kampung halaman.

Saya sendiri merasa bahwa adanya penempatan membuat saya memiliki banyak waktu luang yang lebih. Terkadang, saya sendiri bingung akan melakukan apa selepas jam kerja atau di hari libur. Ingin nongkrong tapi tidak ada teman. Ingin jalan-jalan tapi lebih baik berhemat karena ongkos pulang yang mahal. Maka pilihan terbaik yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan waktu tersebut untuk hal-hal yang positif.

penempatan-cpns-selama-10-tahun

Nah, berikut hal-hal baik yang bisa anda lakukan untuk membuat masa penempatan anda menjadi lebih bermanfaat !

  1. Berolahraga lebih banyak

Berolahraga bisa membuat seseorang menjadi lebih bahagia. Berolahraga bisa membantu kita untuk tetap sehat dan terus berpikiran positif. Berolahraga menjaga badan agar tetap fit dan bugar.

Ini salah satu hal yang masih saya coba untuk rutinkan. Saya masih ingat, di awal kedatangan dulu dalam keadaan kurus kering. Sekarang ? Alhamdulillah sudah naik secara signifikan hahaha.

 

  1. Menulis lebih banyak

Blog www.yuvalianda.com ini lahir di awal masa penempatan saya. Kala itu, saya sedikit stress karena kondisi penempatan yang menurut saya sangat jauh dari harapan. Sebagai bentuk pengalihan, saya membuat blog ini dan menulis apa saja yang saya tahu waktu itu. Ternyata, keisengan itu mendatangkan banyak hal baik bagi saya.

Blog ini sudah memiliki pengunjung yang cukup ramai, semoga mendatangkan manfaat. Saya pun memberanikan diri untuk menulis buku, dan saya pun belajar banyak hal dengan mengelola blog. Maka bagi anda yang ditempatkan di daerah yang jauh dan sulit, cobalah menulis blog dan tulis hal-hal yang anda sukai.

 

  1. Mencari pendapatan tambahan

Bagi yang ditempatkan cukup jauh dari kampung halaman, maka bersabarlah dengan harga tiket yang terus meroket. Saya mengerti, penghasilan CPNS ataupun PNS terbilang cukup. Tapi bila ditempatkan cukup jauh dari kampung halaman, tentu anda harus mengeluarkan biaya ekstra terutama biaya mudik lebaran.

Untuk itu, cobalah lebih kreatif di darerah penempatan dengan memaksimalkan potensi yang anda miliki. Bisa saja dengan mengajar les, membuka bisnis baru, atau belajar jualan online. Tentu dengan catatan dilakukan di luar jam kerja dan tidak boleh mengganggu pekerjaan. Saya pernah menulis bagaimana cara mendapatkan penghasilan tambahan dari Instagram disini.

 

  1. Mencoba hal-hal baru yang belum pernah dilakukan

Selagi berada di daerah yang baru anda ketahui, cobalah melakukan banyak hal baru. Contohnya saja, mengikuti acara adat lokal, jalan-jalan, belajar menyelam, belajar snorkeling, belajar menyetir mobil, dll. Bagi saya, penempatan adalah waktunya menempa diri menjadi pribadi yang lebih baik. Lakukan sebanyak mungkin hal yang membuat skill kita bertambah saat penempatan.

 

  1. Bersiap untuk lanjut kuliah

Ada banyak sekali beasiswa yang memang khusus diberikan kepada PNS. Peluang PNS untuk lanjut kuliah sangatlah besar. Dengan adanya waktu luang ini, bisa juga dimanfaatkan untuk persiapan mendapatkan beasiswa S2. Bisa dengan les bahasa inggris, belajar membuat motivation letter, mengurus segala dokumen persyaratan, dll.

Saya pun sedang mempersiapkan hal ini, mohon doanya agar Allah mudahkan ya !

Dengan melakukan hal-hal seperti di atas, kita bisa membunuh waktu dengan hal-hal positif yang jauh lebih bermanfaat. Menurut saya, waktu akan terasa berjalan cepat bila diisi dengan banyak kegiatan.

 

Penutup

Penempatan itu konsekuensinya besar. Banyak suka duka di dalamnya. Tapi di dalam perjalanannya, banyak pilihan yang bisa kita ambil. Ada yang memilih untuk bersedih sembari menunggu kapan SK pindah akan keluar. Ada yang memilih untuk sering berjalan-jalan sebagai bentuk apresiasi terhadap diri sendiri yang sudah bekerja keras di pedalaman. Ada juga yang memilih untuk melakukan hal lain untuk mengisi waktu kosong.

Tidak ada yang salah dari pilihan tersebut, semua kembali ke masing-masing pribadi. Tapi alangkah baiknya, kita bersikap dewasa dalam menyikapi pilihan yang sudah kita ambil. Bersedih dan mengeluh tidak ada gunanya. SK pindah tidak akan datang hanya dengan mengeluh. Lebih baik, manfaatkan waktu tersebut untuk menjadikan diri lebih baik lagi.

Karena semua akan (p)indah pada waktunya !