Pengertian Variabel dan Penjelasan Lengkapnya

Variabel menjadi bagian yang terpisahkan dalam penelitian. Seringkali, penentuan variabel menjadi hal yang cukup rumit bagi sebagian orang. Hal ini dikarenakan mereka sendiri kurang memahami apa definisi dari variabel itu sendiri.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali mendengar pendapat dan pernyataan seperti makanan terbaik di dunia adalah rendang, pelayanan dari perusahaan tersebut sangat memuaskan, menonton youtube hanya membuang waktu, dll.

Tentu kita akan bertanya, apakah pernyataan-pernyataan tersebut valid? Apakah pendapat tersebut bisa dipercaya?

Untuk mengukur hal-hal tersebut, tentunya kita membutuhkan alat ukur yang jelas. Konsep saja tidak cukup dalam merumuskan masalah atau sebuah fenomena.

Variabel membantu kita untuk mendefinisikan sesuatu sehingga menghasilkan informasi yang valid. Variabel juga akan memengaruhi jenis penelitian yang akan kita lakukan.

merumuskan-variabel

Definisi variabel

Berdasarkan beberapa ahli, berikut pengertian dari variabel:

1. Variabel adalah sebuah hal yang memiliki nilai yang berbeda-beda dimana nilai tersebut (Kerlinger)

2. Variabel adalah unit rasional  yang bisa didefinisikan dalam analisis yang bisa diasumsikan sebagai sekumpulan ukuran dari sebuah nilai (Black and Campaign)

3. Variabel adalah sesuatu yang dapat berubah (KBBI)

Variabel merupakan sebuah gambaran, pemikiran, konsep yang terukur dengan skala tertentu yang nilainya bisa berubah-ubah. Sebuah hal atau konsep yang bisa diukur bisa kita sebut sebagai variabel.

Pada dasarnya, variabel selalu bisa diukur atau dibuatkan ukurannya melalui berbagai skala pengukuran.

Tent pertanyaan berikutnya, apakah semua hal di dunia ini bisa diukur? Apakah mungkin kita mengukur segala sesuatu baik itu hal-hal seperti perasaan, penilaian, dan aspek kepribadian lain?

Banyak peneliti memiliki pendapat yang berbeda dalam hal ini. Namun, saya sendiri meyakini bahwa bila ingin mendapatkan ilmu pengetahuan dan informasi yang valid, maka kita harus berusaha untuk menemukan ukuran dan nilai yang pas pada setiap variabel.

Pengukuran inilah yang menjadi perbedaan utama yang membedakan antara konsep dan variabel.

Konsep merupakan sebuah gambaran atau persepsi yang makanya bisa jadi berbeda-beda antara satu orang dengan orang lain. Konsep seringkali sulit dedefinisikan atau diukur dan bersifat subjektif.

Sedangkan, variabel adalah sesuatu yang bisa terukur meskipun dengan beragam ukuran dan menghasilkan akurasi yang sifatnya relatif.

Karena itu, penting untuk mengubah sebuah konsep menjadi ke dalam bentuk variabel sehingga bisa diukur dengan menggunakan skala dan satuan pengukuran yang lebih presisi.

Contoh konsep adalah efektivitas, kebahagiaan, kekayaan, dll. Pertanyaan saya, bagaimana cara yang lebih efektif dalam mengukur hal-hal tersebut?

Maka, kita bisa mengubah konsep tersebut menjadi variabel. Contohnya, efektivitas diubah menjadi indeks efektivitas, kebahagiaan diubah menjadi indeks kebahagiaan, kekayaan diubah menjadi tingkat pendapatan.

Dengan demikian, anda bisa mendapatkan ukuran yang lebih valid dan mudah diinterpretasikan.

Perhatikan diagram berikut agar anda mudah memahaminya

Jenis-jenis variabel

Secara umum, ada 3 jenis klasifikasi variabel:

1. Berdasarkan hubungan sebab akibat

2. Berdasarkan desain studi

3. Berdasarkan skala pengukuran

jenis-jenis-variabel

1. Berdasarkan hubungan sebab akibat

Bedasarkan hubungan sebab akibat, ada 4 janis variabel yang bisa kita definisikan:

1. Variabel independen merupakan variabel yang menyebabkan terjadinya perubahan pada sebuah kejadian atau peristiwa.

2. Variabel dependen merupakan hasil atau nilai yang muncul dari perubahan pada variabel dependen.

3. Variabel asing merupakan variabel yang mungkin saja memiliki pengaruh terhadap variabel dependen. Variabel ini tidak diukur dalam penelitian namun bisa jadi memiliki pengaruh terhadap variabel dependen dan independen.

4. Variabel intervensi merupakan variabel yang menghubungkan variabel dependen dan independen.

Agar lebih mudah memahami variabel hubungan sebab akibat, silakan lihat diagram berikut.

contoh-lengkap-hubungan-variabel-sebab-akibat

Anggaplah, anda akan meneliti kemiskinan. Anda bisa menggunakan model berikut dalam merumuskan variabel yang anda gunakan.

contoh-hubungan-variabel-sebab-akibat

2. Berdasarkan studi desain

Berdasarkan desain studi, terdapat 2 jenis variabel:

1. Variabel aktif merupakan variabel yang bisa diubah, dikendalikan, dan dikontrol

2. Variabel atribut merupakan variabel yang tidak bisa diubah, dikendalikan, ataupu dikontrol dan sekaligus merepresentasikan karakteristik dari populasi yang kita teliti. Contohnya saja, umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pendapatan dll.

Contohnya, anda melakukan penelitian terhadap efektivitas dari sebuah metode promosi terhadap pelanggan produk. Anggaplah anda menggunakan model promosi A, B, dan C.

Dalam pelaksanannya, penelitian ini bisa menunjukkan hasil yang bervariasi bila penelitian dilakukan oleh orang yang berbeda-beda. Namun, peneliti tidak bisa mengendalikan karakteristik populasi dari pelanggan produk baik dari sisi usia, jenis kelamin, alasan membeli, dan lain-lain. Inilah yang disebut dengan variabel atribut.

Di lain sisi, peneliti memiliki kontrol dalam menentukan atau mengganti metode promosi apa yang sebaiknya digunakan. Inilah yang disebut dengan variabel aktif.

3. Berdasarkan skala pengukuran

Bila melihat berbagai skala pengukuran, anda akan langsung teringat jenis data berdasarkan skala. Boleh dibilang, jenis variabel ini sebenarnya tidak jauh berbeda.

Dalam penelitian kualitatif, kita cenderung mendapatkan hasil dan kesimpulan  dalam bentuk statistik deskriptif. Sebaliknya, penelitian kuantitatif menghasilkan output dalam bentuk skala pengukuran tertentu (nominal, ordinal, interval, dan rasio).

Berdasarkan skala pengukuran, terdapat dua jenis kategori variabel:

1. Bila jenis data adalah kategori (dalam skala nominal dan ordinal) dan kontinu (dalam skala interval dan rasio)

2. Bila jenis data adalah kualitatif (dalam skala nominal dan ordinal) atau kuantitatif (dalam skala interval dan rasio).

Berikut saya bahas sepintas tentang skala penguuran.

1. Skala nominal memungkinkan pengelompokkan sampel atau populasi penelitian berdasarkan karakteristik. Sampel atau populasi ini akan dikelompokkan ke dalam grup atau klasifikasi sesuai dengan karakteristik yang sama.

2. Skala ordinal merupakan skala yang memiliki karakteristik skala nominal, dimana sampel atau populasi dikelompokkan dalam karakteristik yang sama, namun dilakukan perangkingan dalam urutan tertentu.

3. Skala interval merupakan skala yang memiliki seluruh karakterisitik skala ordinal namun belum memiliki nilai nol yang absolut.

4. Skala rasio merupakan skala yang memiliki seluruh karakteristik dari skala nominal, ordinal, dan interval. Juga, skala rasio memiliki nilai nol yang absolut. Setiap perbedaan dalam skala ini selalu diukur dari titik nol.

Mungkin, anda akan bertanya, bukankah data kategori dan data kualitatif adalah hal yang sama? Data kontinu dan kuantitatif adalah jenis data yang sama?

Sepintas memang terlihat sama, tapi berikut perbedaan dari keduanya.

Variabel kategori diukur dalam skala nominal dan ordinal sedangkan data kontinu diukur dalam skala interval dan rasio.

jenis-variabel-berdasarkan-skala-pengukuran

Ada tiga jenis variabel  kategori:

1. Variabel konstan: hanya memiliki satu kategori atau kelompok nilai, contohnya bunga, air, mobil, dll.

2. Variabel dikotomi : hanya memiliki dua jenis kelompok nilai, seperti jenis kelamin laki-laki atau perempuan, kaya atau miskin, dll.

3. Variabel politomi: memiliki lebih dari dua kelompok nilai, contohnya tingkat penjualan produk (tinggi, sedang, rendah), tingkat kepuasan (sangat puas, puas, netral, tidak puas, sangat tidak puas), dll

bagaimana-menentukan-variabel

Variabel kontinu memiliki pengukuran yang sifatnya terus menerus atau berkelanjutan, contohnya; usia, pendapatan, pengeluaran, dll. Terdapat banyak nilai dan satuan yang bisa didefinisikan dalam variabel ini. Usia bisa dikelompokkan dalam tahun atua bulan. Pendapatan dan pengeluaran juga bisa dikelompokkan dalam satuan juta, ribu, atau sen.

Dalam banyak hal, variabel kualitatif memang memiliki karakteristik yang sangat mirip dengan variabel kategori. Namun, terdapat sedikit perbedaan dalam kedua jenis variabel tersebut.

Contohnya, kita ingin mengukur tingkat pendapatan seseorang. Kita bisa mengelompokkan pendapatan tersebut dalam kategori bawah, menengah, atas. Pengkuran tingkat pendapatan dalam bentuk uang dihitung sebagai variabel kontinu sedangkan pengelompokkan sebagai kategori bawah, menengah, atas, merupakan variabel kualitatif.

Agar lebih jelas, mari kita lihat tabel di bawah berikut:

Skala nominal dan ordinal seringkali digunakan untuk pengukuran penelitian kualitatif sedangkan skala rasio dan interval sering digunakan dalam penelitian kuantitatif.

Skala nominal dan ordinal seringkali dinilai subjektif dan menghasilkan informasi yang sifatnya sangat relatif. Hal ini dikarenakan sulitnya melakukan pengukuran terutama dalam penelitian data kategorik atau kualitatif.

Skala rasio dan interval dianggap merupakan skala pengukuran yang lebih valid dan mampu memberikan hasil yang akurat karena menggunan indikator numerik.

Penutup

Pada dasarnya, variabel mengubah berbagai konsep yang ada dalam kehidupan ini melalui metode ilmiah menjadi sebuah hal yang bisa terukut dengan baik dan mampu menggambarkan sesuatu.

Setelah anda mendapatkan variabel, jangan lupa menentukan jenis dan satuan pengukuran dari variabel tersebut. Karena hal ini akan menentukan metode penelitian yang akan anda gunakan.