Mewujudkan Satu Data Kependudukan Lewat Sensus Penduduk 2020

Sensus penduduk adalah agenda wajib yang selalu dilaksanakan oleh setiap negara. Berdasarkan rekomendasi Persatuan Bangsa Bangsa, setiap negara dianjurkan untuk melaksanakan sensus paling tidak setiap sepuluh tahun sekali.

Dengan adanya pelaksanaan sensus penduduk, diharapkan sebuah negara memiliki data terbaru dan paling mutakhir tentang kondisi kependudukan. Data ini sangat penting dalam perumusan berbagai kebijakan dan evaluasi berbagai program pemerintahan.

Tidak hanya data kependudukan, pelaksanaan sensus penduduk kerap disandingkan untuk pengumpulan berbagai indikator dan jenis data lain seperti perumahan, kesehatan, ekonomi, ketenagakerjaaan, dll.

apa-itu-sensus-penduduk

Pengertian sensus penduduk

Sensus penduduk merupakan proses pengumpulan data penduduk secara lengkap yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengetahui berbagai karakteristik penduduk terbaru.

Mungkin saja, anda akrab dengan berbagai ragam data yang dihasilkan oleh sensus penduduk.

Mulai dari jumlah penduduk, piramida penduduk, kondisi perumahan penduduk, kondisi perkawinan penduduk, penduduk menurut suku di Indonesia dll.

Sensus penduduk merupakan rangkaian dari proses yang dimulai dari persiapan, pengumpulan, pengolahan, analisis, evaluasi, dan diseminasi. Keseluruhan proses ini tentunya membutuhkan sumber daya yang sangat besar, terlebih lagi untuk negara dengan ukuran seluas Indonesia.

Sensus penduduk merupakan salah satu sumber data yang paling lengkap dan rinci yang mampu menggambarkan kondisi demografi sebuah negara.

Untuk pelaksanaan Sensus Penduduk 2020, BPS mangajukan penggunaan anggaran sebesar 3,3 Triliun dan melibatkan kurang lebih 1 juta petugas. Sebuah pekerjaan besar yang tentunya membutuhkan bantuan dari banyak pihak.

BPS tidak bisa sendirian dalam melaksanakan program ini. Dibutuhkan dukungan dari banyak pihak untuk memastikan agar kegiatan ini berjalan dengan sempurna.

Dan yang paling penting adalah, kerjasama dari responden itu sendiri agar mau kooperatif memberikan data pribadinya.

Biasanya, sensus di Indonesia dilaksanakan pada bulan mei. Tapi, khusus untuk sensus penduduk 2020, akan dilaksanakan pada bulan Juli. Hal ini mungkin dikarenakan kondisi bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri yang jatuh pada bulan mei dan juni.

Tujuan sensus penduduk

Tujuan dari pelaksanaan sensus penduduk yaitu:

  1. Mengumpulkan data dan informasi dasar kependudukan hingga satuan wilayah administrasi terkecil
  2. Mengukur berbagai parameter yang terkait dengan kependudukan
  3. Mengumpulkan informasi yang bisa dijadikan sebagai basis data kependudukan

Sensus penduduk sangatlah penting untuk perencanaan dan evaluasi pembangunan di bidang kependudukan.

Berbagai data hasil sensus penduduk bisa dimanfaatkan untuk untuk memberikan gambaran komprehensif sebuah wilayah baik dari aspek demografi, sosial, ekonomi, perumahan, dan berbagai karakteristik lainnya.

Sensus merupakan sumber data terbaik yang mampu menggambarkan berbagai indikator hingga tingkat wilayah yang paling kecil sekalipun. Inilah kelebihan utama yang membuat sensus penduduk tetap dipertahankan sebagai metode pengumpulan data yang penting untuk dilaksanakan.

manfaat-sensus-penduduk

Metodologi pelaksanaan sensus penduduk

1.Paper Assisted Personal Interviewing (PAPI)

PAPI merupakan metode pendataan dimana proses pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner atau daftar isian berupa kertas. Metode ini merupakan cara yang paling tradisional dan paling sering digunakan bahkan hingga saat ini.

Dalam pelaksanaannya, petugas PAPI haruslah memiliki kemampuan dan pemahaman yang tinggi agar bisa melakukan pengisian data dengan baik.

pelaksanaan-sensus-penduduk

2.Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI)

CAPI merupakan metode pengumpulan data dimana petugas akan dibantu dengan perangkat elektronik. Perangkat yang digunakan ini bisa saja laptop, komputer, tablet, smartphone, dll.

Dengan adanya CAPI ini, tentunya ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan. Salah satunya, kita bisa menghilangkan proses data entry dari kuesioner ke dalam progam pengolahan. Di lain sisi, pelaksanaan CAPI membutuhkan dukungan dana yang tidak sedikit.

hasil-sensus-penduduk

3. Computer Assisted Web Interviewing (CAWI)

CAWI merupakan metode pengumpulan data dengan bantuan teknologi yang berbasis internet. Seiring dengan perkembangan zaman, pengumpulan data berbasis internet sudah sangat populer dilaksanakan.

Ada banyak sekali aplikasi yang bisa membantu kita dalam pengumpulan data berbasis internet ini. Sebut saja google form, survey monkey, dll.

Untuk kebutuhan data yang lebih besar, tentu dibutuhkan dukungan ahli pemrograman yang bisa merancang aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pengumpulan data.

sensus-penduduk-indonesia

4. Computer Assisted Telephone Interviewing (CATI)

CATI merupakan metode pengumpulan data dimana petugas pelaksanaan dan responden hanya saling berkomunikasi lewat telepon saja. Nantinya, jawaban responden bisa saja disalin ke dalam kuesioner kertas, program, ataupun aplikasi berbasis web yang sudah disediakan.

satu-data-sensus-penduduk

5. Drop Off Pick Up (DOPU)

DOPU merupakan metode pengumpulan data dimana petugas pendataan hanya menitpkan dokumen kepada responden dan kembali mengambilnya dalam jangka waktu tertentu yang sudah disepakati.

Dalam hal ini, responden mengisi sendiri dokumen tersebut sesuai dengan petunjuk yang telah disiapkan juga di dalam kuesioner.

Biasanya, DOPU ini digunakan untuk responden yang sulit ditemui. Sebut saja, pendataan dalam kompleks perumahan, pendataan dalam apartemen, rusunawa, dan semacamnya

metode-data-sensus-penduduk

Sumber data sensus

Secara umum, ada 4 sumber yang biasa digunakan dalam pengumpulan data sensus :

1.Metode tradisional dengan full enumeration

Metode tradisional disini maksudnya adalah metode pencacahan lengkap terhadap setiap unit populasi tanpa terlewat 1 pun. Petugas akan mendatangi setiap unit populasi untuk dimintai keterangan terhadap parameter yang ingin diukur.

Dalam pelaksanaan sensus penduduk, petugas akan mendatangi setiap rumah tangga untuk diwawancarai tentang kondisi terkini dari aspek sosial, ekonomi, kesehatan, dll.

Hingga tahun 2015, metode ini masih sangat populer digunakan oleh banyak negara di dunia.

2. Data administrasi

Dalam pelaksanaannya, metode tradisional tentunya membutuhkan sumber daya yang besar, baik dari sisi dana maupun tenaga. Karena ini, para ahli mencoba mencari alternatif lain dalam pelaksanaan sensus agar tetap menghasilkan data yang berkualitas.

Penggunaan data administrasi bisa menjadi alternatif yang cukup menjanjikan mengingat begitu banyaknya data yang tersebar di berbagai institusi.

Metode ini juga memungkinkan untuk menghasilkan data yang memiliki akurasi seperti sensus dengan frekuensi yang lebih pendek dari sensus, tidak hanya sepuluh tahun sekali.

Selain itu, pengurangan beban responden terhadap kuesioner yang begitu tebal serta terkadang terlalu bersifat pribadi membuat penggunaan data adminstrasi menjadi pilihan yang patut untuk dicoba.

3. Sensus bergulir

Sensus bergulir merupakan alternatif dari pelaksanaan sensus tradisional. Dengan metode ini, pengumpulan data dilakukan dengan cara pelaksanaan survei berkelanjutan yang mencakup seluruh wilayah selama beberapa tahun.

Tantangan dari pelaksanaan sensus bergulir adalah kompleksnya teknik penarikan sampel terutama pada satuan wilayah terkecil. Selain itu, dibutuhkan pelaksanana yang memang ahli dalam bidang statistik untuk memastikan agar tahapan sensus berjalan dengan baik.

4. Metode kombinasi

Sensus juga bisa dilaksanakan dengan metode kombinasi antara pendataan tradisional, data adminstratif, survei sampel, dll. Metode ini bisa disesuaikan dengan kondisi dan geografi dari unit populasi itu sendiri.

Metode pelaksanaan sensus di berbagai negara pada tahun 2010 dan sekitarnya

No.NegaraTradisionalData
Administrasi
Sensus
Bergulir
Lainnya
1Afrika29000
2Asia35202
3Eropa211215
4Amerika Latin
dan Kepulauan
Karibia
22000
5Amerika Utara
3100
6Oseania5000
Total1151517

Sumber : UNSD

Berdasarkan laporan dari United Nation Statistics Division (UNSD), dari total 138 negara yang melaksanakan sensus, masih terdapat 115 negara yang masih menggunakan metode tradisional.

Lima belas negara atau sekitar 11 persen sudah mengadopsi metodi adminstrasi. Hanya ada 1 negara yang menggunakan metode sensus bergulir. Sedangkan 7 negara lain menggunakan metode lain seperti survei sampel.

sumber-data-sensus-penduduk

Yang terbaru dalam sensus penduduk 2020

Sensus penduduk 2020 merupakan sensus dengan inovasi terbaru.

Berbeda dengan pelaksanaan sensus sebelumnya, sensus penduduk kali ini menggunakan metode kombinasi antara data registrasi yang dimiliki oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) dan pendataan lapangan yang dilakukan oleh petugas BPS nantinya.

Dengan metode ini, kelak diharapkan tidak ada lagi diskrepansi antara data BPS dan data Dukcapil. Meskipun dari berbagai sisi sudah jelas, bahwa pendataan penduduk berbasis registrasi akan jauh lebih valid bila dibandingkan dengan estimasi.

Namun tentu saja, masih banyak PR pemerintah dalam memastikan data registrasi penduduk yang digunakan benar-benar unik seperti yang memang diamanahkan.

Sensus penduduk 2020 juga mengadopsi metode CAPI untuk daerah-daerah yang memiliki kondisi infrastruktur yang baik. Dengan adanya CAPI, diharapkan bisa memangkas error dan waktu pengolahan data akan jadi lebih singkat.

Satu data kependudukan lewat sensus penduduk

“Dari sejak saya masuk Istana sampai sekarang kalau misalnya saya ingin data kemiskinan, Kemenkes ada, Kemensos ada, BPS ada, datanya berbeda-beda. Ini yang mulai sekarang, saya nggak mau lagi. Urusan data pegangannya hanya satu sekarang di BPS”.

– Presiden Joko Widodo

Begitulah pesan dari Presiden Jokowi pada pembukaan rapat Koordinasi teknis Sensus Ekonomi 2016 di Istana Negara, Selasa 26 April 2016. Pesan ini menyiratkan kepada seluruh Kementerian dan Lembaga untuk lebih hati-hati agar tidak terjadi tumpang tindih dalam pengelolaan data.

Pesan ini tidak hanya menyampaikan pengelolaan data yang hanya mengacu kepada BPS saja, tetapi juga produksi data yang harus unik, terstandar, serta sesuai dengan kaidah statistik.

Begitu juga dengan data kependudukan.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa data kependudukan menjadi data yang vital dan seringkali menjadi bahan perdebatan dalam banyak kesempatan.

Sekadar jumlah penduduk saja, Dinas Dukcapil dan BPS masih memiliki data yang berbeda. Hal ini dikarenakan perbedaan metodologi yang digunakan. Kelak, hal ini tidak boleh terjadi lagi.

Sensus Penduduk 2020 dengan menggunakan metode kombinasi diharapkan mampu menjadi sejarah perubahan terwujudnya satu data kependudukan yang komprehensif dan mutakhir bagi setiap kalangan.

Dengan metode kombinasi, harapannya tidak ada lagi penduduk yang tidak tercatat dalam basis data kependudukan dukcapil. BPS bisa menggunakan basis data dukcapil dan kemudian melakukan pemutakhiran data yang natinya hasil akhir data ini tidak hanya bisa digunakan oleh BPS ataupun Dukcapil, tapi keseluruhan pihak yang sangat terkait dengan data penduduk seperti KPU dan TNP2K.

Karenanya, sebagai warga negara yang baik, kita semua wajib turut serta memastikan kesuksesan sensus ini. Tidak perlu berpikir rumit. Cukup dengan menerima petugas dan memastikan anda memberikan jawaban yang sebenarnya saat pelaksanan nantinya.

sensus-penduduk-dan-tujuannya

Penutup

Gaung sensus penduduk 2020 sudah mulai terdengar sejak tahun 2018. Berbagai persiapan sudah dilakukan demi suksesnya hajatan besar bangsa Indonesia ini. Harapannya sangatlah sederhana. Tidak ada lagi warga negara Indonesia yang tidak tercatat dalam basis data kependudukan.

Pastikan anda dan keluarga anda dicatat ya!