Memaknai Sensus dan Manfaatnya Dalam Kehidupan

Sensus adalah salah satu metode pengumpulan data yang lazim digunakan dalam penelitian. Sensus memungkinkan peneliti untuk menghasilkan data yang sangat baik dan representatif terhadap kondisi yang sebenarnya.

Sensus juga merupakan hal yang akrab bagi banyak orang. Hal ini dikarenakan setiap orang (secara teori) paling tidak pernah menjadi unit sensus, minimal sensus penduduk.

Bila anda tidak yakin bahwa anda pernah menjadi unit sensus, anda bisa mengecek jendela depan rumah anda dan melihat apakah masih ada stiker sensus atau tidak. Kemungkinan masih ada hehehe!

Tapi pernahkah anda berpikir, apa sebenarnya itu sensus? Mengapa sensus harus dilaksanakan? Apa kelebihan dan kekurangan sensus?

Pengertian sensus

Sensus merupakan prosedur pendataan lengkap terhadap semua unit populasi tanpa kurang satu apapun. Sensus memastikan seluruh unit populasi terdata secara lengkap tanpa terkecuali.

Unit populasi ini bisa saja penduduk, usaha, mahasiswa, pekerjaan, dll. Populasi ini bisa saja sudah diketahui sebelumnya berdasarkan sumber data yang ada atau bisa saja tidak diketahui.

Contoh populasi yang sudah diketahui sebelumnya adalah jumlah mahasiswa di sebuah universitas, jumlah tambang di seluruh Indonesia, dll.

Contoh populasi yang belum diketahui sebelumnya adalah jumlah penduduk, jumlah usaha rumah tangga, jumlah petani padi di Indonesia, dll.

Sensus bisa saja dilaksanakan oleh setiap orang atau institusi. Semakin besar cakupan populasi, maka pelaksanaan sensus akan semakin berat dan rumit. Begitu pula sebaliknya.

Sensus awalnya dilaksanakan oleh pemerintah untuk memenuhi berbagai kebutuhan data strategis. Seiring dengan berjalannya waktu, pola pelaksanaan sensus pun terus bekembang.

Dulu, petugas sensus haruslah datang dari satu unit populasi ke populasi lain untuk memastikan tidak ada lewat cacah. Tapi sekarang? Ada beberapa alternatif yang bisa digunakan seperti wawancara via telepon, sms, ataupun aplikasi pengirim pesan lainnya.

Persatuan Bangsa-Bangsa memberikan rekomendasi kepada setiap anggotanya untuk selalu melaksanakan sensus paling tidak 10 tahun sekali. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan potret terbaru dari beragam aspek dari seluruh dunia.

Meskipun demikian, pelaksanaan sensus bukanlah hal yang mudah. Ada faktor-faktor yang membuat beberapa negara belum bisa melaksanakan sensus sesuai dengan rekomendasi PBB.

Faktor tersebut diantaranya adalah kondisi politik yang belum stabil, dana yang tidak mencukup, kemampuan SDM yang masih kurang, hingga infrastruktur pendukung sensus yang belum memadai.

negara-yang-melaksanakan-sensus

Berdasarkan grafik di atas, terlihat bahwa tren negara-negara di dunia banyak melaksanakan sensus pada tahun 2010 dan 2011. Pada tahun 2011, terlihat bahwa 77 negara melakukan sensus.

Manfaat sensus

1.Akurasi tinggi

Dengan jumlah unit pendataan yang begitu besar, sensus mampu menghasilkan data yang sangat akurat dan tepat. Ini merupakan alasan utama dari pelaksanaan sensus.

Secara teori, sensus merupakan metode pendataan dengan zero-non human error. Tidak ada kesalahan dalam proses estimasi ataupun tabulasi dalam berbagai perhitungan variabel.

Hal ini tentu berbeda dengan penggunaan statistik yang selalu mempertimbangkan tingkat kepercayaan dan margin of error.

Data sensus tidak memiliki magin of error karena sudah merupakan parameter yang menggambarkan populasi, bukan lagi sekadar statistik yang diuji dari sampel dan kemudian ditarik kesimpulan untuk mendeksripsikan kondisi pupulasi.

Data sensus juga mampu menggambarkan karakteristik sebuah populasi hingga satuan populasi terkecil. Misalkan saja, kita bisa menggunakan data sensus penduduk untuk menganalisis penduduk berdasarkan jenis kelamin, agama, usia, berdasarkan desa bahkan tingkat rt sekalipun.

sensus-badan-pusat-statistik

2. Data yang mutakhir

Sensus memungkinkan kita untuk mendapatkan data yang paling mutakhir. Data ini tentunya bisa menggambarkan kondisi yang sebenarnya tanpa error sedikitpun.

Dengan adanya data yang mutakhir, kita bisa mengetahui kondisi terkini dari sebuah populasi. Hal ini memungkinkan kita untuk melakukan analisis yang lebih relevan dengan kondisi yang terjadi saat ini.

sensus-di-indonesia

3. Memungkinkan pengumpulan banyak jenis data

Dengan metode pendataan yang mencakup keseluruhan populasi, maka kita tentunya bisa mengumpulkan berbagai ragam data yang tidak mungkin dimiliki sebelumnya.

Dalam tataran pemerintah, sensus bisa digunakan sebagai alat untuk perekaman data yang bahkan tergolong rahasia sekalipun. Misalnya saja, data biometrik, catatan kesehatan, dll.

Kekurangan sensus

Dibalik tingginya akurasi data sensus, ada hal-hal yang harus menjadi perhatian bersama. Besarnya jumlah unit pendataan pada sensus tentunya menjadikan sensus sebagai metode pengumpulan data yang membutuhkan sumber daya yang begitu besar.

1.Biaya yang besar

Sensus sudah pasti membutuhkan biaya yang sangat besar. Kenapa? Karena keseluruhan unit populasi dicacah tanpa terkecuali. Dibutuhkan dukungan biaya yang cukup agar pelaksanaan sensus bisa berjalan dengan lancar dan sukses.

Biaya-biaya ini tentunya mencakup biaya persiapan, dukungan teknologi dan infrastuktur, honor petugas, biaya pelatihan petugas, biaya pelaksanaan lapangan, hingga diseminasi hasil nantinya. Sebuah runtutan pekerjaan yang terstruktur dan harus disokong dengan pendanaan yang kuat.

Bila tidak? Siap-siaplah dengan hasil sensus yang mengecewakan.

Sensus penduduk tahun 2010 memerlukan biaya hingga 3,3 triliun.  Bila dibagi dengan jumlah perkiraan penduduk, maka perkiraan biaya yang diperlukan untuk melakukan pendataaan per penduduk adalah sekitar Rp 15.000,-

pelaksanaan-sensus-di-indonesia

2. Waktu pelaksanaan yang lama

Sesuai dengan konsepnya, sensus mewajibkan setiap unit populasi didata secara lengkap tanpa kurang satu apapun. Tentunya, proses ini membutuhkan waktu yang lebih lama bila dibandingkan dengan pengumpulan data dengan cara survei.

Itu baru dari sisi pelaksanaan lapangan, belum dari segi pengolahan dan analisis data. Besarnya data yang dihasilkan membutuhkan waktu pengolahan yang relatif lama.

Secara teori, waktu pelaksanaan sensus ini tentu bisa diselesaikan dengan penambahan tenaga pelaksana. Tapi percayalah, kondisi lapangan kadang tidak seindah ekspektasi.

jenis-sensus-di-indonesia

3. Tenaga yang besar

Dalam pelaksanaan sensus, ada banyak tahapan yang harus dilewati. Dan untuk memastikan sensus ini berjalan dengan baik, tentunya diperlukan dukungan tenaga dari para ahli dan pelakasana yang mumpuni.

Dari tahap persiapan saja, sensus selalu melibatkan para ahli seperti demographer, ekonom, pakar kesehatan, aktiviss, dan banyak ahli lintas disiplin ilmu lainnya. Hal ini bertujuan agar variabel yang dihasilkan nantinya benar-benar bermanfaat dan tidak sia-sia.

Itu baru dari tahap persiapan, belum pelaksanaan lapangan. Badan Pusat Statistik membutuhkan sekitar 600.000 petugas pada pelaksanaan Sensus Penduduk 2010. Pada pelaksanaan Sensus Penduduk 2020, jumlah petugas lapangan yang dibutuhkan naik menjadi 700.000 petugas.

Petugas inilah yang nantinya akan datang secara door to door dari satu unit populasi ke populasi lainnya. Mereka akan melakukan pendataan satu per satu tanpa ada yang terlewat.

Dengan luas wilayah mencapai 1.919.000 kilometer persegi, petugas sensus penduduk harus bisa mendatangi keseluruhan unit sensus tanpa terkecuali apapun kondisi medan dan cuaca.

kelebihan-sensus

Human error yang tinggi

Sensus membutuhkan jumlah petugas yang sangat besar. Di satu sisi, akurasi data sensus tentunya tidak diragukan lagi. Dengan jumlah sampel yang begitu besar, data yang dihasilkan tentunya sangat valid dan akurat.

Di sisi lain, pengelolaan petugas dalam jumlah besar ini bukanlah hal yang mudah. Tidak ada jaminan bahwa data yang dihasilkan benar-benar objektif hasil lapangan dan bukan rekayasa. Pelanggaran SOP bisa saja terjadi.

Dengan jumlah petugas yang begitu besar, maka sudah pasti human error yang terjadi juga tinggi. Human error ini maksudnya adalah kesalahan-kesalahan yang berasal dari manusia, baik secara disengaja maupun tidak disengaja.

Human error yang terjadi bisa saja salah isian, salah cakupan populasi, atau bahkan bisa saja hingga pengisian dokumen sendiri di atas meja bukan berdasarkan kondisi lapangan. Hal ini menjadi catatan yang harus diwanti-wanti dalam setiap pelaksanaan sensus.

Semakin besar jumlah orang yang terlibat dalam pelaksanaan sensus, terutama petugas lapangan, maka semakin besar kemungkinan human error yang terjadi. Inilah salah satu risiko dari pelaksanaan sensus.

kekurangan-sensus

Sensus yang ada di Indonesia

1.Sensus Penduduk

Sensus penduduk merupakan sensus tertua yang ada di Indonesia.

Sensus penduduk pertama kali dilaksanakan pada masa pemerintahan Thomas Stanford Rafles pada tahun 1815. Kala ini, pemerintah Inggris ingin mengumpulkan data-data strategis seperti jumlah penduduk berdasarkan wilayah dan jenis kelamin, jumlah tanaman padi dan jagung, dll.

Setelah Indonesia merdeka, sensus pertama kali dilaksanakan pada tahun 1961. Hingga saat ini, Pemerintah Republik Indonesia sudah melaksanakan Sensus penduduk sebanyak 6 kali dan terakhir pada tahun 2010.

Secara jadwal, sensus penduduk dilaksanakan pada tahun yang berakhiran nol. Itu berarti, tahun 2020 ini pemerintah akan kembali menggelar Sensus Penduduk untuk yang ketujuh kalinya.

Tujuan dari pelaksanaan sensus penduduk yaitu untuk menyediakan data dasar kependudukan yang lengkap dan komprehensif hingga tingkat satuan wilayah terkecil. Dengan pendataan yang lengkap, tentunya akurasi hasil sensus penduduk tidak perlu diragukan lagi.

jumlah-penduduk-islam-menurut-sensus

2. Sensus Pertanian

Sensus pertanian merupakan sensus yang dilaksanakan untuk pengumpulan data dasar usaha pertanian yang ada di Indonesia. Meskipun judulnya pertanian, sensus ini mencakup keseluruhan usaha dari sektor agraris seperti perkebunan, peternakan, kehutanan, dll.

Variabel-variabel yang dikumpulkan pada sensus pertanian adalah jumlah petani, nilai produksi tani, luas lahan, luas panen dll.

Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar, sektor pertanian masih menjadi penopang perekonomian terbesar di Indonesia.

Untuk membantu pemerintah menyukseskan berbagai program dalam bidang pertanian, tentunya dibutuhkan basis data yang sangat akurat dan mencakup seluruh komoditas strategis. Inilah manfaat utama dari sensus pertanian.

Sensus pertanian dilaksanakan pada tahun yang berakhiran 3. Terakhir kali, sensus ini dilakukan pada tahun 2013.

jumlah-usaha-pertanian-menurut-sensus

3. Sensus Ekonomi

Sensus ekonomi merupakan pengumpulan data lengkap terhadap seluruh unit usaha ekonomi yang ada di suatu wilayah di luar sektor pertanian. Sensus ini wajib mencakup seluruh usaha tanpa terlewat satu pun, baik itu usaha rumah tangga ataupun usaha industri.

Dengan adanya sensus ekonomi, diharapkan pemerintah mengetahui secara rinci bagaimana kondisi perekonomian suatu wilayah dan mampu mengambil kebijakan yang tepat.

Sebelum berganti nama, sensus ekonomi lebih populer disebut dengan sensus indutri yang pertama kali dilaksanakan pada tahun 1974.

Sensus ekonomi yang terakhir dilaksanakan oleh Indonesia pada tahun 2016.

jumlah-industri-pengolahan-menurut-sensus

4. Sensus Pajak

Sensus pajak merupakan pengumpulan data lengkap kepada setiap orang yang tergolong wajib pajak dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kewajiban membayar pajak.

Bila biasanya, kita mengurusi berbagai administrasi perpajakan dengan, kali ini petugas pajak yang akan langsung datang door to door untuk melakukan pengecekan kewajiban warga negara Indonesia yang sudah tercakup dalam wajib pajak.

Sensus pajak tentunya juga bertujuan untuk meningkatkan penerimaan negara di bidang pajak. Dengan adanya sensus ini, tentunya jumlah wajib pajak di Indonesia akan bertambah.

Sensus pajak juga memeriksa tingkat kebenaran dan kepatuhan dari wajib pajak dalam melaksanakan usaha ataupun pekerjaan mereka dari sisi perpajakan.

Sensus pajak pertama kali dilaksanakan pada tahun 2011 oleh Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan.

sensus-untuk-pembangunan

Perlukah pemerintah melaksanakan sensus?

Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan rekomendasi kepada setiap negara untuk selalu melaksanakan sensus paling tidak setiap 10 tahun sekali. Hal ini bertujuan untuk melakukan berbagai pemutakhiran data-data strategis yang memang dibutuhkan oleh sebuah negara.

Namun dalam kenyataannya, masih perlukah kita melaksanakan sensus di era digital ini?

Pro kontra pelaksanaan sensus (dalam hal ini, sensus yang dilaksanakan oleh pemerintah) memang selalu terjadi dalam setiap pengajuan anggaran sensus.

Pimpinan saya pernah bercerita bahwa ada saja yang menentang wacana pelaksanaan Sensus Pertanian 2013 yang lalu.

“Daripada uangnya untuk melakukan pendataan, lebih baik langsung saja diberikan ke petani”

Kira-kira, begitulah penolakan yang terjadi saat pengajuan program Sensus Pertanian 2013. Tentunya, ini menjadi bahan renungan bagi kita sendiri bagaimana pelaksanaan sensus yang sangat penting menjadi hal yang dipandang sebelah mata bagi sebagian orang.

Salah satu rekomendasi dari Kementerian Pembangunan Nasional adalah adanya kebijakan yang berbasis data atau bukti (evidence based policy making). Hal ini bertujuan agar program yang dibuat benar-benar memiliki dasar dan tujuan yang jelas sehingga outpunya akan tepat sasaran.

Sensus bertujuan untuk menyediakan berbagai data strategis yang nantinya bisa dimanfaatkan dalam berbagai perencanaan. Data-data strategis ini tentunya bisa menjadi basis pengambilan keputusan dan kebijakan yang lebih terarah dan sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.

Rentang pelaksanaan sensus yang biasanya dilaksanakan 10 tahun sekali memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk mengevaluasi berbagai program-program pemerintah yang sudah dilaksanakan.

Dengan kualitas data yang tinggi, sensus bisa memastikan apakah program yang selama ini berjalan sudah berada di jalur yang tepat atau kurang tepat.

kapan-sensus-dilaksanakan

Sensus memang hanya menghasilkan data dan angka. Tidak ada manfaat secara langsung yang dirasakan oleh publik dengan adanya pelaksanaan sensus. Tapi di balik angka-angka tersebut, ada banyak makna dan informasi berharga yang bisa kita dapatkan.

Dari sinilah, peran data dalam perencanaan program pemerintah berperan. Dengan data yang baik, tentunya program yang dicanangkan akan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan. Bukan lagi sekadar proyek berjalan tanpa hasil yang optimal.

Mengingat perannya yang sangat penting, maka pelaksanaan sensus adalah hal yang wajib dilakukan. Hanya saja, cara pelaksanaannya tentu harus menyesuaikan dengan kemajuan zaman.

Bila dulu masih dengan metode pendataan dengan kuesioner kertas, maka bisa diganti dengan berbasis aplikasi web atau smartphone. Kalau dulu petugas harus datang dari rumah ke rumah, ada baiknya sekarang masyarakat harus sadar diri dan melakukan pengisian data sendiri melalui web, portal, atau aplikasi yang telah disediakan.

Dengan metode pelaksanaan yang lebih modern, sensus tentunya tetap bisa menghasilkan data yang akurat dengan biaya yang lebih terjangkau, waktu yang lebih cepat, dan tenaga yang lebih sedikit.

pengertian-dan-hakitak-sensus

Penutup

Sensus tetap menjadi metode pengumpulan data yang wajib dilaksanakan dalam kurun waktu tertentu. Akurasinya yang tinggi membuat sensus menjadi dasar informasi yang sangat baik dalam berbagai hal.

Hanya saja, metode pelaksanaan sensus harus berubah sesuai dengan kemajuan zaman. Bila dulu masih menggunakan kertas dan pendataan langsung, sekarang tentu lebih mudah dengan pendataaan berbasis teknologi.