Uji-t Berpasangan: Pengertian Hingga Tutorial SPSS

Uji-t berpasangan adalah salah satu analisis yang cukup populer digunakan dalam penelitian. Metode ini tergolong cukup efektif untuk melakukan pengujian hipotesis terhadap 2 kelompok sampel.

Sebenarnya, uji ini tergolong sangat sederhana. Formula dan prosedur yang akan digunakan pun tidak rumit. Anda pemula sekalipun akan langsung menguasainya.

Meskipun terkesan sangat simpel, manfaat uji ini sangatlah besar. Banyak kondisi penelitian yang bisa dijawab dengan menggunakan uji ini

Bagi anda yang memiliki penelitian dan berkutat dengan rata-rata, silakan baca hingga tuntas.

Apa itu Uji-t Berpasangan

Uji-t berpasangan merupakan pengujian hipotesis yang dilakukan untuk mengetahui apakah rata-rata dari kelompok sampel yang sama memiliki perbedaan yang signifikan atau tidak.

Uji-t dilakukan dengan menggunakan distribusi-t sebagai dasar pengembangan pengujian.

Uji-t berpasangan dilakukan untuk menguji 2 kondisi dengan menggunakan statistik uji rata-rata dari objek yang berpasangan.

Contoh pemanfaatan uji-t berpasangan dalam kehidupan sehari-hari:

1.       Pengukuran sampel sebelum dan sesudah perlakuan atau kondisi yang berbeda. Contohnya, seorang petani ingin mengukur tinggi sebuah pohon sebelum diberi pupuk dan sesudah diberi pupuk apakah berbeda signifikan atau tidak.

2.       Pengukuran sampel terhadap dua waktu yang berbeda. Contohnya, seorang peneliti ingin mengetahui apakah terdapat perbedaan signifikan dari pendapatan industri makanan saat sebelum dan sesudah pandemic Covid-19.

3.       Pengukuran dilakukan terhadap sampel yang sama dengan dua bagian dari sampel tersebut. Contohnya, seorang dokter mata ingin mengetahui apakah terdapat perbedaan signfikan dari kondisi ginjal pasien antara ginjal kiri dan ginjal kanan.

Uji t-berpasangan sering juga disebut uji-t dependen, uji-t berulang, atau uji-t pengukuran berulang. Hal ini dikarenakan kita menggunakan sekelompok sampel yang sama pada dua kondisi yang berbeda.

Uji-t berpasangan sebaiknya digunakan digunakan dalam kondisi berikut ini:

  1. Perbedaan statistik antara dua titik waktu
  2. Perbedaan statistik antara dua kondisi
  3. Perbedaan statistik antara dua pengukuran
  4. Perbedaan statistik antara pasangan yang saling berhubungan

Perlu anda ingat: uji-t berpasangan hanya dapat digunakan untuk membandingkan nilai rata-rata (mean) untuk dua satu kelompok sampel dengan dua buah perlakukan yang saling berkaitan dengan distribusi normal.

Uji t-berpasangan tidak cocok digunakan pada kondisi berikut:

  1. Data yang digunakan tidak berpasngan
  2. Distribusi yang digunakan tidak normal
  3. Membandingkan lebih dari dua kelompok
  4. Jenis data ordinal/rank
uji-t-berpasangan-dengan-spss

Syarat dan Kondisi Penggunaan Uji-t Berpasangan

Syarat dan kondisi penguggunaan uji ini adalah sebagai berikut:

1.       Sampel yang digunakan bersifat random dari populasi

2.       Jenis data yang digunakan adalah kontinu (interval dan rasio)

3.       Kedua kelompok sampel saling berhubungan, artinya subjek pada kelompok pertama juga merupakan subjek pada kelompok kedua

4.       Data yang digunakan berdistribusi normal atau setidaknya mendekati

5.       Tidak terdapat outlier pada kedua kelompok data

Statistik Uji t-Berpasangan

Statistik uji yang digunakan pada uji-t berpasangan hampir mirip dengan uji t-satu sampel. Formula yang digunakan adalah sebagai berikut:

statistik-uji-t-berpasangan

Contoh Penggunaan Uji-t Berpasangan dengan SPSS

Mari kita langsung saja mencoba latihan uji-t berpasangan dengan menggunakan SPSS:

Kita akan menguji apakah terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara nilai fisika dan nilai ekonomi siswa dalam 1 kelas.

Berkut data yang kita gunakan:

data-nilai-siswa

Tahapan penggunaan uji-t berpasangan dengan menggunakan software SPSS:

1. Input data yang digunakan pada menu data view

2. Input variabel yang digunakan pada menu variable view

3. Pilih Analyze >> Compare Means >> Paired-Samples T-Test

uji-t-dengan-spss

4. Pilih variabel yang akan diuji dan klik tombol panah

pilih-variabel-yang-akan-diuji

5. Pilih options untuk menentukan selang kepercayaan yang digunakan, lalu klik continue

pilih-options-dan-tentukan-nilai-selang-kepercayaan

6. Klik Ok’

Voila, proses analisis uji-t berpasangan sudah selesai. Mari kita interpretasikan output yang tampil.

Pada halaman tampilan output, anda akan melihat 3 buah tabel seperti berikut. 

  1. Terdapat tabel paired sample statistics yang memuat rata-rata, jumlah sampel, standar deviasi, dan standar error yang saya beri nama kolom A
  2. Terdapat tabel paired samples correlations yang memuat jumlah sampel, nilai korelasi, dan tingkat signifikansi.
  3. Terdapat tabel paired samples test yang memuat hasil statistik uji t-berpasangan.
output-uji-t-berpasangan-dengan-spss

Berdasarkan tabel A, B, dan C, terdapat beberapa kesimpulan yang bisa kita ambil:

  1. Rata-rata nilai fisika lebih tinggi daripada nilai ekonomi. Hal ini terlihat dari nilai mean fisika yaitu 83.34 sedangkan mean nilai ekonomi siswa adalah 69.02.
  2. Nilai korelasi antara nilai fisika dan nilai ekonomi siswa adalah -0.112. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi negatif antara kedua mata pelajaran namun sangat lemah.

Untuk tabel C, mari kita sajikan output sesuai dengan kaidah uji hipotesis

1. Formula hipotesis

hipotesis-pada-uji-t-berpasangan

2. Taraf signifikansi

taraf-signifikansi-alpha

3. Kriteria penolakan

Tolak H0 jika p-value < 0.05

4. Statistik uji

statistik-uji-t

Karena kita menggunakan bantuan software SPSS, perhitungan yang dilakukan cukup mengacu kepada output di atas terutama pada tabel C.

5. Kesimpulan

Berdasarkan output SPSS tabel C pada kolom Sig. (2-tailed) yang sudah saya tandai di atas maka:

p-value=0.00

artinya p-value<0.05

Bisa disimpulkan bahwa:

  1. Terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara nilai siswa pada mata pelajaran fisika dan ekonomi.
  2. Nilai fisika dan nlai ekonomi siswa memiliki korelasi negatif meskipun lemah
  3. Secara rata-rata, nilai matematika lebih tinggi 14.31 poin dibandingkan nilai ekonomi siswa.

Kesimpulan

Uji-t berpasangan merupakan uji hipotesis yang dilakukan untuk mengetahui apakah rata-rata dari kelompok sampel yang sama memiliki perbedaan yang signifikan atau tidak.

Syarat dan penggunaan uji ini:

1.       Sampel yang digunakan bersifat random

2.       Jenis data yang digunakan adalah interval dan rasio

3.       Kedua kelompok sampel saling berhubungan

4.       Data yang digunakan berdistribusi normal atau setidaknya mendekati

5.       Tidak terdapat outlier

Uji-t berpasangan merupakan pengembangan dari uji distribusi sampling-t. Anda bisa menggunakannya dalam kasus sampel kecil dengan asumsi data yang digunakan berdistribusi normal.